Jakarta, 30 Agustus 2026 – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memberikan apresiasi kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, atas konsistensinya dalam mengelola pembiayaan sekaligus memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan KSP Balo’ta merupakan salah satu koperasi tertua di Tana Toraja dan telah menjadi mitra strategis LPDB Koperasi. Rekam jejak koperasi tersebut dinilai sangat baik, terutama dalam pengelolaan dan pengembalian pembiayaan.
Menurut Krisdianto, KSP Balo’ta selama ini dinilai mampu menggunakan pembiayaan sesuai dengan tujuan program dana bergulir. Kepatuhan dalam pengembalian pembiayaan juga menjadi salah satu alasan koperasi tersebut mendapat apresiasi.
Krisdianto menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi KSP Balo’ta di Tana Toraja pada Jumat (28/8/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan koperasi sekaligus menggali potensi penguatan usaha KSP Balo’ta ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, LPDB Koperasi juga memperoleh informasi mengenai peran KSP Balo’ta dalam mendampingi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara.
KSP Balo’ta secara mandiri telah mendampingi sekitar 40 KDKMP yang tersebar di dua kabupaten tersebut. Pendampingan dilakukan terhadap sekitar 200 pengurus KDKMP, khususnya dalam aspek tata kelola dan manajerial koperasi.
LPDB Koperasi menyambut positif langkah tersebut. Pendampingan oleh koperasi yang telah memiliki pengalaman diharapkan dapat membantu KDKMP membangun tata kelola yang lebih baik sekaligus mempersiapkan pengelolaan usaha secara lebih profesional.
Krisdianto menilai keterlibatan KSP Balo’ta dalam membina KDKMP merupakan bentuk kontribusi nyata koperasi yang telah berkembang kepada koperasi lainnya. Menurutnya, model tersebut dapat memperluas manfaat pembiayaan dan memperkuat ekosistem koperasi di daerah.
Dukungan LPDB Koperasi kepada KSP Balo’ta juga tidak hanya dipandang dari sisi pembiayaan. Penguatan kapasitas koperasi penerima pembiayaan diharapkan dapat menciptakan efek berantai bagi anggota dan koperasi lain yang berada dalam ekosistemnya.
Sementara itu, Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga mengatakan koperasinya mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Aset KSP Balo’ta disebut meningkat hingga 609 persen sejak 2014, dengan total aset mencapai sekitar Rp1,9 triliun per Juli 2026.
KSP Balo’ta juga telah mendapat dukungan pembiayaan dari Kementerian Koperasi melalui LPDB Koperasi dalam bentuk fasilitas modal kerja. Dukungan tersebut diberikan secara bertahap untuk membantu pengembangan kegiatan usaha koperasi.
Selain mengembangkan usaha sendiri, KSP Balo’ta kini ikut mengambil peran dalam program penguatan KDKMP. Sekitar 40 KDKMP di Tana Toraja dan Toraja Utara didorong untuk dapat bersinergi dalam menjalankan program strategis nasional.
Pendampingan terhadap ratusan pengurus KDKMP tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Aspek manajemen dan tata kelola menjadi penting agar koperasi mampu menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.
Kementerian Koperasi sendiri mendorong pola kolaborasi antarkoperasi melalui pendekatan koperasi yang lebih maju sebagai pendamping bagi koperasi desa. Model tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kapasitas KDKMP, baik dalam pengelolaan usaha maupun akses pembiayaan.
Bagi LPDB Koperasi, pengalaman KSP Balo’ta dapat menjadi contoh bahwa dukungan pembiayaan tidak berhenti pada penerima dana. Ketika koperasi penerima mampu berkembang dan kemudian ikut membina koperasi lain, manfaat program dapat menjangkau lebih banyak pelaku ekonomi di tingkat daerah.
Ke depan, KSP Balo’ta diharapkan dapat terus memperkuat kinerja sekaligus mempertahankan kualitas pengelolaan pembiayaan. Peran dalam mendampingi KDKMP juga diharapkan semakin memperkuat koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan di Tana Toraja dan Toraja Utara.
Dengan aset yang terus berkembang, pengalaman dalam mengelola pembiayaan, serta keterlibatan dalam pendampingan sekitar 40 KDKMP, KSP Balo’ta kini tidak hanya berperan sebagai koperasi simpan pinjam, tetapi juga sebagai mitra dalam memperkuat ekosistem koperasi di wilayah Toraja.




