Jakarta, 10 Mei 2026 – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan penguasaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas di Indonesia.
Menurut Lestari, perkembangan teknologi digital termasuk AI harus dimanfaatkan untuk membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, hingga aktivitas sosial sehari-hari. Ia menilai teknologi memiliki potensi besar untuk membantu menciptakan kesetaraan kesempatan di tengah masyarakat.
Penguasaan teknologi AI dinilai penting karena dunia kerja dan kehidupan modern kini semakin bergantung pada sistem digital dan otomatisasi. Karena itu, penyandang disabilitas juga perlu mendapatkan akses pelatihan dan pendidikan teknologi agar mampu bersaing dan berkembang di era digital.
Artificial Intelligence sendiri saat ini berkembang pesat dan mulai digunakan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, layanan publik, hingga industri kreatif dan ekonomi digital.
Pengamat teknologi menjelaskan bahwa AI dapat membantu penyandang disabilitas melalui berbagai inovasi seperti aplikasi pembaca suara, penerjemah bahasa isyarat, sistem navigasi digital, hingga perangkat bantu berbasis otomatisasi yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Selain teknologi, Lestari juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta agar transformasi digital dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Pengamat sosial menilai pemberdayaan penyandang disabilitas di era digital tidak hanya soal akses teknologi, tetapi juga berkaitan dengan kesempatan memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan ruang partisipasi yang setara di masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap isu inklusi digital memang terus meningkat seiring berkembangnya teknologi yang memungkinkan lebih banyak kelompok masyarakat mendapatkan akses terhadap informasi dan layanan publik.
Masyarakat berharap perkembangan teknologi AI tidak hanya menjadi simbol kemajuan industri modern, tetapi juga benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Melalui dorongan penguasaan AI tersebut, diharapkan penyandang disabilitas di Indonesia semakin memiliki kesempatan untuk berkembang, mandiri, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial maupun ekonomi di era digital yang terus berkembang pesat.





