Jakarta, 20 Mei 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia membeberkan penjelasan mengenai aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di sektor minyak dan gas bumi atau migas sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Kebijakan DHE bertujuan memastikan devisa hasil ekspor tetap tersimpan dan berputar di dalam sistem keuangan domestik dalam jangka waktu tertentu. Menurut Bahlil, aturan tersebut disusun untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memperkuat cadangan devisa nasional di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Sektor migas menjadi perhatian khusus karena memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan devisa negara dan aktivitas perdagangan internasional Indonesia. Pemerintah menilai optimalisasi pengelolaan DHE penting agar manfaat ekspor dapat lebih maksimal dirasakan ekonomi nasional.
Pengamat ekonomi menjelaskan bahwa DHE merupakan dana hasil ekspor yang diperoleh perusahaan dari aktivitas penjualan barang ke luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia terus memperkuat kebijakan agar sebagian devisa hasil ekspor disimpan di dalam negeri melalui sistem perbankan nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga likuiditas valuta asing, memperkuat cadangan devisa, dan membantu stabilitas nilai tukar rupiah. Sektor migas menjadi salah satu fokus karena nilai ekspornya cukup besar dan memiliki pengaruh signifikan terhadap arus devisa negara.
Bahlil menyebut aturan DHE di sektor migas juga dirancang agar tetap memperhatikan iklim investasi dan kebutuhan operasional pelaku usaha energi. Pengamat kebijakan energi menjelaskan bahwa industri migas memiliki karakteristik bisnis global dengan kebutuhan transaksi internasional yang cukup kompleks. Oleh sebab itu, pemerintah biasanya berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dalam memperkuat devisa dan kebutuhan dunia usaha agar aktivitas investasi tetap kompetitif. Kejelasan regulasi dan fleksibilitas tertentu dianggap penting agar kebijakan dapat berjalan efektif tanpa mengganggu operasional industri.
Di sisi lain, pengamat pasar keuangan menilai penguatan kebijakan DHE dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi makro apabila diterapkan secara konsisten. Dengan meningkatnya devisa yang tersimpan di dalam negeri, pemerintah dan Bank Indonesia dinilai memiliki ruang lebih besar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan menghadapi gejolak pasar global. Namun demikian, efektivitas kebijakan tetap sangat bergantung pada pengawasan, kepatuhan pelaku usaha, serta koordinasi antarinstansi terkait.
Penjelasan Bahlil mengenai aturan DHE di sektor migas kini menjadi perhatian pelaku usaha dan pasar karena berkaitan langsung dengan kebijakan ekonomi nasional. Banyak pihak berharap aturan tersebut mampu memperkuat ketahanan devisa Indonesia tanpa mengurangi daya saing sektor energi nasional di pasar global. Pengamat ekonomi menilai pengelolaan devisa hasil ekspor yang efektif akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.





