Jakarta, 27 September 2026 –
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mempercepat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk mengejar target 350.000 unit rumah sepanjang 2026. Hingga 25 September 2026, realisasi penyaluran tercatat mencapai 158.010 unit dengan nilai pembiayaan Rp19,66 triliun. Jumlah tersebut setara sekitar 45,15 persen dari target tahunan. Dengan capaian itu, masih terdapat 191.990 unit yang perlu direalisasikan hingga akhir tahun.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan percepatan menjadi perhatian karena waktu yang tersedia semakin terbatas. Penyaluran FLPP harus meningkat signifikan dalam sekitar tiga bulan terakhir 2026 apabila target tahunan ingin dicapai. BP Tapera karena itu memperkuat koordinasi dengan bank penyalur, pengembang, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Percepatan tidak hanya difokuskan pada pembiayaan, tetapi juga kesiapan pasokan rumah dan calon penerima manfaat.
Perkembangan penyaluran FLPP sebenarnya terus mengalami peningkatan sepanjang September. Pada 10 September, realisasi nasional masih berada di angka 147.871 unit dengan nilai sekitar Rp18,4 triliun. Angkanya meningkat menjadi 150.750 unit senilai Rp18,75 triliun pada 16 September, kemudian mencapai 154.034 unit pada 21 September. Empat hari berikutnya, realisasi kembali bertambah menjadi 158.010 unit.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah memperkuat ketersediaan rumah yang siap dibiayai melalui FLPP. BP Tapera juga mendorong kesiapan rumah susun subsidi ready stock melalui koordinasi bersama pemerintah, perbankan, dan asosiasi pengembang. Penguatan sistem informasi serta percepatan proses pembiayaan turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan penyaluran. Langkah tersebut diperlukan agar calon penerima manfaat yang telah memenuhi persyaratan dapat lebih cepat menjalani proses pembiayaan.
Pemerintah sebelumnya juga meminta BP Tapera meningkatkan transparansi mengenai kesiapan, target, dan realisasi program rumah subsidi. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menilai kolaborasi seluruh ekosistem perumahan diperlukan untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sosialisasi kepada masyarakat juga didorong agar informasi mengenai akses pembiayaan rumah subsidi dapat menjangkau lebih banyak calon penerima. Pemerintah menempatkan FLPP sebagai salah satu instrumen utama untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
Tantangan mengejar target semakin besar karena jumlah yang harus disalurkan dalam sisa tahun masih mencapai hampir 192 ribu unit. BP Tapera perlu memastikan ketersediaan rumah, kesiapan dokumen calon debitur, kemampuan bank dalam memproses pembiayaan, serta kualitas rumah yang disediakan pengembang berjalan secara bersamaan. Pada pertengahan September, BP Tapera juga mencatat adanya puluhan ribu unit yang berada dalam tahapan pembangunan hingga akad maupun pasokan rumah yang sedang dibangun dan telah siap tersedia. Pipeline tersebut menjadi salah satu modal untuk meningkatkan realisasi pada periode berikutnya.
Dengan realisasi 45,15 persen hingga 25 September, tiga bulan terakhir 2026 akan menjadi periode penting bagi pencapaian target FLPP. BP Tapera harus mengejar 191.990 unit tambahan agar sasaran 350.000 rumah dapat terpenuhi. Penguatan pasokan, peningkatan permintaan, percepatan akad, dan koordinasi dengan bank penyalur menjadi bagian utama dari strategi yang dijalankan. Kecepatan penyaluran tetap perlu diimbangi dengan ketepatan sasaran agar fasilitas pembiayaan tersebut benar-benar membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang layak dan terjangkau.




