Jakarta, 6 Mei 2026 – Pemerintah China menyerukan penghentian konflik di kawasan Timur Tengah secepat mungkin di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran dunia internasional.
Melalui pernyataan resminya, China meminta seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi dibandingkan aksi militer yang berpotensi memperluas konflik di kawasan tersebut.
Pemerintah China menilai situasi di Timur Tengah saat ini sangat berisiko terhadap stabilitas global, terutama karena kawasan tersebut memiliki pengaruh besar terhadap pasokan energi dunia, jalur perdagangan internasional, dan keamanan regional.
Selain menyerukan penghentian perang, China juga mendorong komunitas internasional agar lebih aktif menciptakan ruang dialog dan negosiasi damai antara pihak-pihak yang bertikai.
Menurut Beijing, penyelesaian konflik melalui kekuatan militer hanya akan memperburuk kondisi kemanusiaan dan meningkatkan jumlah korban sipil di berbagai wilayah terdampak.
China juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas publik di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan tersebut.
Seruan China muncul ketika ketegangan antara sejumlah negara di Timur Tengah dan keterlibatan kekuatan global terus menjadi perhatian dunia. Banyak negara mulai khawatir konflik yang meluas dapat memicu dampak ekonomi internasional, termasuk lonjakan harga energi dan gangguan perdagangan global.
Sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia, China berkepentingan menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah karena memiliki hubungan perdagangan dan energi yang besar dengan negara-negara di kawasan tersebut.
Pemerintah China berharap seluruh pihak dapat segera kembali ke meja perundingan agar konflik tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar dan berkepanjangan.







