Jakarta, 29 Oktober 2026 – Kisah kehidupan mantan bek Barcelona dan Timnas Prancis, Jeremy Mathieu, kembali menarik perhatian publik setelah terungkap bahwa dirinya kini bekerja di sebuah toko perlengkapan olahraga di Prancis. Sosok yang pernah merasakan kejayaan bersama Barcelona dengan menjuarai Liga Champions 2014-2015 tersebut menjalani kehidupan yang jauh berbeda setelah meninggalkan dunia sepak bola profesional. Mathieu diketahui bekerja di gerai Intersport yang berlokasi di Cabriès-Plan de Campagne, kawasan dekat Marseille, Prancis. Keberadaannya sebagai pegawai toko sempat mengejutkan penggemar karena ia sebelumnya dikenal sebagai pemain yang meraih berbagai gelar bergengsi di Eropa. Namun, keputusan tersebut ternyata berkaitan dengan perjalanan pribadi yang tidak mudah setelah karier sepak bolanya berakhir akibat cedera serius. Melalui sejumlah wawancara, Mathieu mengungkap bahwa pekerjaan barunya membantu dirinya kembali membangun kehidupan sosial dan menemukan rutinitas setelah menghadapi masa sulit selama beberapa tahun.
Jeremy Mathieu merupakan salah satu pemain bertahan asal Prancis yang pernah memiliki perjalanan panjang di kompetisi sepak bola Eropa. Karier profesionalnya dimulai bersama Sochaux sebelum melanjutkan perjalanan ke Toulouse dan kemudian bergabung dengan Valencia di Liga Spanyol. Penampilannya bersama Valencia membuat Mathieu dikenal sebagai bek serbabisa yang mampu bermain di posisi bek kiri maupun bek tengah. Kemampuan tersebut menarik perhatian Barcelona yang akhirnya merekrutnya pada musim panas 2014 ketika klub ditangani pelatih Luis Enrique. Kepindahan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam karier Mathieu karena memberinya kesempatan bermain bersama sejumlah bintang dunia, termasuk Lionel Messi, Neymar, Luis Suarez, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama dalam susunan pemain, Mathieu tetap memiliki kontribusi dalam menjaga kedalaman lini pertahanan Barcelona selama menjalani tiga musim bersama klub asal Catalunya tersebut.
Puncak kesuksesan Mathieu bersama Barcelona terjadi pada musim 2014-2015 ketika tim berhasil meraih tiga gelar bergengsi sekaligus, yakni Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions. Keberhasilan tersebut menjadikan Barcelona sebagai salah satu tim paling dominan di Eropa pada musim tersebut. Mathieu turut menjadi bagian dari skuad yang mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 dalam pertandingan final Liga Champions di Berlin pada Juni 2015. Dalam pertandingan tersebut, ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit-menit akhir untuk membantu mempertahankan keunggulan Barcelona. Selain meraih gelar Liga Champions, Mathieu juga mengoleksi dua gelar Liga Spanyol selama memperkuat klub tersebut. Setelah meninggalkan Barcelona pada 2017, ia melanjutkan karier bersama Sporting CP di Portugal dan tetap berkompetisi pada level profesional. Namun, perjalanan sepak bolanya harus berakhir pada 2020 setelah mengalami cedera lutut serius yang membuatnya tidak dapat melanjutkan karier sesuai rencana.
Pensiun secara mendadak ternyata membawa dampak besar terhadap kehidupan pribadi Mathieu yang sebelumnya terbiasa menjalani aktivitas sebagai pesepak bola profesional. Dalam wawancara yang kembali menjadi perhatian pada Oktober 2026, mantan pemain berusia 42 tahun tersebut mengungkap bahwa dirinya mengalami depresi selama sekitar empat tahun setelah berhenti bermain sepak bola. Cedera yang memaksanya pensiun membuat perubahan kehidupannya berlangsung secara tiba-tiba, sementara ia belum sepenuhnya siap menghadapi rutinitas di luar lapangan. Kondisi tersebut membuat Mathieu mengalami masa sulit dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan setelah tidak lagi menjadi atlet profesional. Ia juga pernah menjelaskan bahwa terdapat persoalan pribadi dan proses hukum yang sedang dihadapinya, meskipun tidak mengungkap seluruh rincian perkara tersebut kepada publik. Situasi itu menunjukkan bahwa keberhasilan meraih trofi dan memperoleh penghasilan besar selama berkarier tidak selalu menjamin seseorang terbebas dari tantangan setelah pensiun. Bagi Mathieu, kehilangan rutinitas sebagai pemain sepak bola menjadi perubahan besar yang membutuhkan waktu untuk dapat diterima dan dijalani.
Keputusan Mathieu bekerja di Intersport mulai diketahui publik secara luas pada April 2025 setelah foto dirinya mengenakan seragam pegawai toko beredar di media sosial. Sebagian penggemar awalnya meragukan keaslian foto tersebut karena sulit membayangkan mantan pemain Barcelona yang pernah menjuarai Liga Champions bekerja melayani pelanggan di toko olahraga. Namun, keberadaan Mathieu sebagai pegawai Intersport kemudian dikonfirmasi dan menjadi pembicaraan di berbagai media olahraga Eropa. Ia bekerja di bagian perlengkapan sepak bola dan menjalankan tanggung jawab yang berkaitan dengan aktivitas operasional toko. Dalam penjelasannya, Mathieu menyebut pekerjaan tersebut membantu dirinya kembali berinteraksi dengan orang lain setelah cukup lama menghadapi persoalan pribadi dan keterasingan sosial. Kesempatan bekerja itu diperolehnya melalui hubungan dengan mantan rekan sepak bola yang mengetahui bahwa dirinya membutuhkan aktivitas baru di luar rumah. Mathieu juga mengaku bahwa rutinitas bekerja, bertemu pelanggan, dan kembali berkomunikasi dengan teman-temannya memberikan pengaruh positif terhadap proses pemulihan kehidupannya.
Perhatian besar terhadap pekerjaan barunya sempat membuat Mathieu merasa tidak nyaman karena sebagian orang lebih tertarik membicarakan kondisi keuangannya daripada memahami alasan pribadi di balik keputusan tersebut. Ia mengungkap bahwa sejumlah pelanggan pernah menanyakan secara langsung mengapa mantan pemain Barcelona harus bekerja di toko olahraga dan apakah dirinya masih memiliki uang. Pertanyaan semacam itu memperlihatkan bagaimana masyarakat sering menghubungkan kesuksesan atlet profesional dengan kekayaan serta kehidupan yang dianggap selalu nyaman setelah pensiun. Mathieu menegaskan bahwa perjalanan hidup seseorang tidak dapat dinilai hanya berdasarkan penghasilan yang pernah diterima selama menjadi pesepak bola. Di tengah aktivitasnya sebagai pegawai toko, ia juga tetap mempertahankan hubungan dengan dunia sepak bola melalui kegiatan pembinaan pemain muda. Mathieu diketahui terlibat dalam pelatihan tim kelompok usia di kawasan Aix-en-Provence dan berupaya mengembangkan kemampuan kepelatihannya melalui pendidikan serta sertifikasi yang diperlukan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa meskipun tidak lagi bermain secara profesional, sepak bola tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan mantan bek Timnas Prancis tersebut.
Kisah Jeremy Mathieu menjadi gambaran mengenai tantangan yang dapat dihadapi atlet setelah mengakhiri karier profesional, terutama ketika masa pensiun datang secara tiba-tiba akibat cedera. Selama bertahun-tahun, seorang pemain sepak bola terbiasa menjalani jadwal latihan, pertandingan, perjalanan, dan berbagai kegiatan yang terstruktur dalam lingkungan klub. Ketika seluruh aktivitas tersebut berhenti, perubahan identitas dan rutinitas dapat menjadi persoalan yang tidak mudah dihadapi tanpa dukungan sosial serta persiapan yang memadai. Pengalaman Mathieu memperlihatkan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan mental, perencanaan karier kedua, dan hubungan sosial bagi para atlet yang memasuki masa pensiun. Pekerjaannya di toko olahraga bukan sekadar perubahan profesi, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kembali kehidupan yang lebih stabil setelah menghadapi masa sulit. Dengan tetap terlibat dalam pembinaan sepak bola usia muda, Mathieu memiliki kesempatan untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya selama bermain di level tertinggi kompetisi Eropa. Perjalanan mantan pemain Barcelona tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya diukur melalui trofi dan popularitas, tetapi juga melalui kemampuan menghadapi perubahan, menemukan tujuan baru, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik setelah masa kejayaan berakhir.





