Pekanbaru, 20 September 2026 – Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat dan Hendry Munief mendorong mahasiswa Universitas Riau (UNRI) mulai membangun kemandirian ekonomi sejak masih berada di bangku kuliah. Pesan tersebut disampaikan dalam Summit Event Legislative yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Riau. Keduanya menekankan masa kuliah tidak hanya menjadi periode untuk mengejar pencapaian akademik, tetapi juga kesempatan membangun keterampilan dan keberanian memasuki dunia usaha. Menurut mereka, mahasiswa perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Syahrul Aidi menilai mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan kemampuan ekonomi tanpa harus menunggu lulus dari perguruan tinggi. Lingkungan kampus dapat dimanfaatkan untuk membangun jejaring, meningkatkan keterampilan, serta mencoba berbagai kegiatan produktif. Ia mendorong mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri sebagai pencari pekerjaan setelah memperoleh gelar. Kewirausahaan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membangun kemandirian sekaligus membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Hendry Munief turut menekankan pentingnya membangun pola pikir mandiri sejak usia muda. Mahasiswa dinilai perlu berani melihat berbagai persoalan di sekitar sebagai peluang untuk menghadirkan produk maupun layanan yang memiliki nilai ekonomi. Kemampuan membaca kebutuhan masyarakat menjadi modal yang dapat dikembangkan bersamaan dengan pendidikan formal. Perkembangan teknologi digital juga memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk memulai usaha dengan sumber daya yang relatif terbatas.
Kemandirian ekonomi tidak selalu berarti mahasiswa harus langsung membangun perusahaan dalam skala besar. Upaya tersebut dapat dimulai melalui kegiatan sederhana yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan pengetahuan yang dimiliki. Pengalaman menjalankan usaha sejak kuliah dapat membantu mahasiswa memahami pengelolaan keuangan, pemasaran, komunikasi, hingga pengambilan keputusan. Proses tersebut juga dapat membentuk kemampuan beradaptasi ketika menghadapi kegagalan atau perubahan kondisi pasar. Dengan demikian, pengalaman praktis dapat berjalan berdampingan dengan proses pembelajaran akademik.
Mahasiswa juga didorong memanfaatkan organisasi kampus sebagai tempat mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan membangun jaringan. Aktivitas organisasi memberikan pengalaman bekerja bersama orang lain, menyelesaikan persoalan, serta mengelola berbagai program. Kemampuan tersebut dapat menjadi modal ketika mahasiswa memasuki dunia profesional maupun membangun usaha sendiri. Kolaborasi antarmahasiswa dari latar belakang keilmuan berbeda juga dapat melahirkan gagasan usaha yang lebih beragam. Kampus pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ruang untuk menguji ide sebelum dikembangkan secara lebih luas.
Pesan mengenai kemandirian ekonomi tersebut muncul di tengah perubahan kebutuhan tenaga kerja dan berkembangnya ekonomi berbasis teknologi. Mahasiswa menghadapi tantangan untuk memiliki kemampuan yang tidak hanya terbatas pada bidang akademik. Literasi keuangan, pemanfaatan teknologi, kemampuan komunikasi, dan kreativitas semakin penting dalam menghadapi persaingan. Karena itu, pembentukan keterampilan sejak masa kuliah dinilai dapat memberikan bekal tambahan ketika mahasiswa memasuki masyarakat. Pilihan setelah lulus pun dapat menjadi lebih luas, baik bekerja secara profesional maupun mengembangkan usaha.
Melalui kegiatan tersebut, Syahrul Aidi dan Hendry Munief berharap mahasiswa UNRI memiliki keberanian untuk mulai membangun fondasi ekonomi sejak dini. Pendidikan tetap menjadi prioritas, sementara kegiatan produktif dapat digunakan sebagai ruang belajar untuk memperkuat pengalaman. Kemandirian yang dibangun secara bertahap diharapkan membuat generasi muda lebih siap menghadapi perubahan ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan. Mahasiswa juga didorong menciptakan peluang bagi dirinya sendiri tanpa sepenuhnya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan.




