Jakarta, 1 Mei 2026 – Presiden Donald Trump kembali memunculkan wacana penarikan pasukan militer Amerika Serikat dari sejumlah negara Eropa, termasuk Spanyol dan Italia, setelah sebelumnya langkah serupa diarahkan ke Jerman.
Rencana ini disebut sebagai bagian dari evaluasi kehadiran militer AS di luar negeri yang dinilai perlu disesuaikan dengan kepentingan strategis dan efisiensi anggaran. Pemerintah AS ingin mengurangi beban biaya operasional sekaligus mendorong negara mitra untuk lebih mandiri dalam menjaga pertahanan mereka.
Dalam pernyataannya, Trump menekankan bahwa negara-negara sekutu di Eropa perlu berkontribusi lebih besar terhadap keamanan kawasan. “Kami ingin memastikan bahwa tanggung jawab keamanan dibagi secara adil,” ujarnya.
Langkah ini memicu beragam reaksi dari negara-negara Eropa. Beberapa pihak khawatir bahwa penarikan pasukan AS dapat memengaruhi stabilitas keamanan regional, terutama di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang.
Spanyol dan Italia selama ini menjadi lokasi strategis bagi kehadiran militer AS di kawasan Eropa Selatan. Keberadaan pangkalan militer di kedua negara tersebut berperan penting dalam operasi NATO dan pengawasan wilayah Mediterania.
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa kebijakan ini dapat mengubah peta keamanan global. Penarikan pasukan AS berpotensi mendorong negara-negara Eropa untuk memperkuat kerja sama pertahanan mereka secara mandiri.
Di sisi lain, langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari pendekatan kebijakan luar negeri AS yang lebih berfokus pada kepentingan domestik.
Meski masih dalam tahap wacana, rencana ini diperkirakan akan menjadi topik pembahasan penting dalam hubungan antara Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa.
Dunia internasional kini menantikan keputusan resmi terkait kebijakan ini, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas keamanan kawasan dan hubungan geopolitik global.





