Jakarta, 25 Oktober 2026 – None Jakarta 2026, Citra Poerwa, menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat untuk menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental masyarakat. Menurutnya, persoalan finansial yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan tekanan psikologis dan memengaruhi kualitas hidup seseorang. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk “Sehat Finansial, Sehat Badan, Sehat Jakarta” pada Jakarta Financial Festival 2026 di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Citra mengajak masyarakat memahami bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh, tetapi juga mencakup kesejahteraan mental dan hubungan sosial. Kesadaran mengenai keterkaitan kesehatan dan keuangan dinilai penting untuk membangun kehidupan yang lebih seimbang.
Citra yang juga berprofesi sebagai dokter menjelaskan bahwa kesehatan memiliki tiga aspek utama, yakni fisik, mental, dan sosial. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan dan memengaruhi kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari. Tubuh yang sehat perlu didukung kondisi psikologis yang stabil serta kemampuan membangun hubungan positif dengan lingkungan sekitar. Sebaliknya, tekanan mental berkepanjangan dapat memengaruhi pola tidur, konsentrasi, dan kebiasaan hidup seseorang. Oleh karena itu, menjaga kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik.
Dalam pembahasannya, Citra menekankan bahwa menjaga kesehatan sejak usia muda merupakan bentuk investasi jangka panjang. Kebiasaan hidup sehat yang dibangun lebih awal dapat membantu seseorang mempertahankan produktivitas hingga usia lanjut. Ia memahami bahwa kesibukan pekerjaan sering membuat masyarakat kesulitan menyediakan waktu khusus untuk berolahraga. Namun, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang disesuaikan dengan rutinitas harian. Salah satu contohnya adalah berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit setelah makan, termasuk di lingkungan kantor apabila tidak memungkinkan berolahraga di luar ruangan.
Selain aktivitas fisik, pola makan seimbang dan kemampuan mengelola pikiran menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Citra mengingatkan bahwa tekanan akibat masalah keuangan dapat memengaruhi kondisi emosional dan kesehatan tubuh. Kekhawatiran mengenai utang, kebutuhan rumah tangga, atau ketidakpastian pendapatan berpotensi menimbulkan stres apabila berlangsung terus-menerus. Dalam kondisi tertentu, tekanan tersebut dapat mengganggu istirahat dan kemampuan seseorang berkonsentrasi ketika bekerja. Karena itu, masyarakat disarankan menghadapi persoalan keuangan secara bertahap dan mencari bantuan profesional apabila tekanan yang dialami mulai sulit ditangani.
Persoalan finansial juga menjadi tantangan tersendiri bagi kelompok sandwich generation atau generasi yang harus memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus membantu anggota keluarga. Kelompok ini sering menghadapi tanggung jawab keuangan yang cukup besar karena harus membagi pendapatan untuk berbagai kebutuhan. Citra menyarankan agar pengelolaan keuangan dilakukan berdasarkan skala prioritas yang realistis. Pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, dan pendidikan, perlu didahulukan sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan tambahan. Dengan perencanaan yang terarah, tekanan keuangan diharapkan dapat dikelola tanpa mengabaikan kesejahteraan diri sendiri.
Dalam diskusi yang sama, hadir pula Pemimpin Grup Dana Ritel dan Transaksional Bank Jakarta Yuniar T. Manik serta Corporate Credit Analyst Bank Jakarta Dedi Akhmadi. Kehadiran para pembicara tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya literasi keuangan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan pendapatan, pengaturan pengeluaran, dan pemahaman terhadap layanan keuangan menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan finansial. Masyarakat juga perlu mempertimbangkan kemampuan ekonomi sebelum mengambil keputusan terkait pinjaman maupun penggunaan produk keuangan. Pemahaman tersebut diharapkan membantu individu mengurangi risiko kesulitan finansial yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Jakarta Financial Festival 2026 diselenggarakan pada 23–24 Oktober 2026 sebagai bagian dari peringatan Bulan Inklusi Keuangan di DKI Jakarta. Kegiatan tersebut melibatkan kerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan DKI Jakarta untuk memperluas edukasi mengenai layanan keuangan. Festival ini juga mendukung program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, termasuk pengembangan Digitalisasi Pasar Inklusif. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan perlindungan konsumen. Peningkatan literasi dinilai menjadi langkah penting agar akses terhadap layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab.
Pesan yang disampaikan Citra Poerwa memperlihatkan bahwa kesehatan finansial memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Pengaturan keuangan yang baik dapat membantu masyarakat menghadapi kebutuhan hidup secara lebih terencana sekaligus mengurangi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi. Di sisi lain, menjaga kebugaran tubuh, menerapkan pola makan seimbang, dan memberikan perhatian terhadap kesehatan mental tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan tanda-tanda stres berkepanjangan dan bersedia mencari dukungan ketika menghadapi kesulitan. Melalui perpaduan literasi keuangan dan kebiasaan hidup sehat, kualitas hidup masyarakat diharapkan dapat terus meningkat secara berkelanjutan.




