Jakarta, 9 September 2026 – Nama Aldila Sutjiadi kembali menjadi perhatian setelah mencatatkan pencapaian penting di US Open 2026. Petenis putri Indonesia tersebut berhasil melaju ke babak perempat final nomor ganda putri bersama pasangannya asal Selandia Baru, Erin Routliffe. Keberhasilan menembus delapan besar menjadi pencapaian terbaik Aldila sepanjang kariernya di nomor ganda putri Grand Slam. Prestasi tersebut semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu petenis Indonesia yang mampu bersaing secara konsisten di level internasional. Perjalanan panjang dari tenis junior, kompetisi perguruan tinggi Amerika Serikat, hingga turnamen profesional kini membawanya ke salah satu panggung terbesar dunia.
Aldila lahir di Jakarta pada 2 Mei 1995 dan mulai mengenal tenis sejak berusia sekitar lima tahun. Ketertarikannya terhadap olahraga tersebut berkembang menjadi keseriusan setelah ia mulai mengikuti berbagai turnamen sejak usia muda. Karier profesionalnya mulai dirintis pada 2010 ketika berusia sekitar 15 tahun dengan mengikuti turnamen ITF di Jakarta. Dari kompetisi tersebut, Aldila secara bertahap membangun pengalaman menghadapi pemain dengan karakter permainan berbeda. Konsistensi dan kemampuannya bermain di depan net kemudian membuat nomor ganda menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam perjalanan kariernya.
Menariknya, perjalanan Aldila tidak hanya diwarnai prestasi olahraga. Ketika menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, ia mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur tenis di Amerika Serikat. Aldila kemudian memilih University of Kentucky dan memperkuat tim tenis universitas tersebut selama empat tahun. Ia mengambil bidang Mathematical Economics dengan minor Statistics, memperlihatkan kemampuannya menjaga keseimbangan antara pendidikan dan olahraga. Pengalaman menjalani kompetisi tenis perguruan tinggi Amerika juga memberikan fondasi penting sebelum dirinya semakin serius memasuki sirkuit profesional.
Nama Aldila semakin dikenal masyarakat Indonesia ketika tampil pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Berpasangan dengan Christopher Rungkat di nomor ganda campuran, ia berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Pasangan Indonesia tersebut mengalahkan Sonchat Ratiwatana dan Luksika Kumkhum dari Thailand pada pertandingan final. Keberhasilan itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia terhadap medali tenis Asian Games setelah 16 tahun. Medali emas tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting yang meningkatkan kepercayaan diri Aldila untuk mengejar prestasi lebih tinggi di level profesional.
Perkembangan kariernya semakin terlihat ketika Aldila mulai rutin mengikuti turnamen WTA dan membangun spesialisasi sebagai pemain ganda. Gelar WTA pertamanya diperoleh pada Copa Colsanitas 2022 di Bogota bersama petenis Australia Astra Sharma. Pencapaian tersebut membuat Aldila menjadi petenis Indonesia pertama yang memenangkan gelar WTA sejak Angelique Widjaja pada 2003. Setelah itu, ia terus menambah koleksi gelar bersama sejumlah pasangan berbeda. Kemampuannya beradaptasi menjadi salah satu faktor yang membuat Aldila tetap kompetitif meskipun pasangan bermainnya dapat berubah dari satu periode turnamen ke periode lainnya.
Karakter permainan Aldila cukup cocok dengan tuntutan pertandingan ganda modern. Petenis bertinggi sekitar 169 sentimeter tersebut bermain dengan tangan kanan dan menjadikan forehand serta voli sebagai beberapa pukulan favoritnya. Dalam pertandingan ganda, kecepatan membaca arah bola, keberanian bergerak menuju net, komunikasi dengan pasangan, dan pengambilan posisi mempunyai peranan sangat besar. Aldila terus mengembangkan aspek tersebut melalui pengalamannya menghadapi pasangan-pasangan papan atas dunia. Kemampuan bermain agresif di depan net kemudian menjadi salah satu elemen yang membuatnya mampu bertahan pada level WTA.
Musim 2026 menjadi salah satu periode penting dalam perjalanan profesional Aldila. Ia berhasil meraih gelar WTA 500 pertamanya bersama mantan petenis nomor dua dunia Vera Zvonareva di Bad Homburg Open pada Juni. Tidak berhenti di sana, Aldila kemudian kembali menjadi juara WTA 500 Washington bersama Erin Routliffe. Gelar tersebut memperlihatkan bahwa kombinasi Aldila dan Routliffe mempunyai potensi besar menghadapi persaingan ganda putri tingkat atas. Keduanya kemudian melanjutkan kerja sama hingga rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Serikat dan akhirnya tampil bersama di US Open.
Perjalanan Aldila dan Routliffe di New York mencapai tonggak penting ketika keduanya menembus babak 16 besar. Menghadapi Anna Bondar dari Hongaria dan Anhelina Kalinina dari Ukraina, pasangan unggulan kesembilan tersebut harus menjalani pertandingan selama satu jam 57 menit. Aldila dan Routliffe memenangi set pertama 6-2 sebelum kehilangan set kedua dengan skor 4-6. Mereka kemudian kembali mengambil kendali pertandingan pada set penentuan dan unggul cepat 4-0. Dua gim terakhir berhasil diamankan untuk menutup pertandingan 6-2 sekaligus memastikan tiket perempat final.
Statistik pertandingan menunjukkan Aldila dan Routliffe mampu mengumpulkan 92 poin, sedangkan Bondar dan Kalinina memperoleh 77 poin. Mereka juga berhasil mengonversi empat dari enam kesempatan break point yang didapatkan sepanjang pertandingan. Kemampuan bangkit setelah kehilangan set kedua menjadi salah satu aspek penting dalam kemenangan tersebut. Tekanan pertandingan Grand Slam tidak membuat permainan keduanya runtuh ketika laga harus memasuki set ketiga. Sebaliknya, Aldila dan Routliffe mampu meningkatkan agresivitas sejak awal set penentuan untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Keberhasilan tersebut terasa semakin spesial karena perempat final US Open 2026 menjadi hasil terbaik Aldila di nomor ganda putri sepanjang penampilannya pada turnamen Grand Slam. Sebelumnya, pencapaian terbaiknya di Australian Open, French Open, dan Wimbledon adalah mencapai babak ketiga. Aldila sebenarnya telah beberapa kali melangkah lebih jauh di nomor ganda campuran, termasuk mencapai semifinal French Open 2023, Wimbledon 2023, serta US Open 2024. Namun, menembus delapan besar ganda putri memiliki arti tersendiri karena nomor tersebut menjadi fokus utama karier profesionalnya. Hasil di New York memperlihatkan peningkatan level kompetitif Aldila setelah bertahun-tahun berusaha menembus fase akhir Grand Slam.
Perjalanan tersebut melengkapi daftar prestasi yang telah dikumpulkan Aldila sepanjang karier profesionalnya. Peringkat terbaiknya di nomor ganda adalah posisi 26 dunia yang dicapai pada Oktober 2023, sementara pada akhir Agustus 2026 ia berada di sekitar peringkat 27 dunia. Konsistensi di jajaran pemain ganda papan atas membuat Aldila menjadi salah satu wakil Indonesia yang paling rutin tampil pada turnamen WTA dan Grand Slam. Ia juga telah mengoleksi sejumlah gelar WTA bersama pasangan berbeda, membuktikan kemampuannya beradaptasi dengan berbagai gaya permainan. Prestasinya menjadi penting bagi tenis Indonesia yang masih berusaha kembali menghasilkan pemain dengan daya saing tinggi di level dunia.
Di luar lapangan, perjalanan Aldila turut menunjukkan bahwa jalur pendidikan dan olahraga prestasi dapat berjalan berdampingan. Pengalamannya menempuh pendidikan di Amerika Serikat memberikan kesempatan mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperoleh atmosfer kompetisi tenis yang kuat. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia memilih melanjutkan perjalanan sebagai atlet profesional dan secara bertahap membangun peringkatnya melalui turnamen internasional. Proses tersebut berlangsung panjang dan membutuhkan perjalanan dari satu negara ke negara lain hampir sepanjang musim. Hasil di US Open 2026 menjadi salah satu bentuk pencapaian dari konsistensi tersebut.
Keberhasilan menembus perempat final US Open 2026 pada akhirnya menambah babak penting dalam karier Aldila Sutjiadi. Dari seorang anak yang mulai memegang raket pada usia lima tahun, mahasiswa atlet di Amerika Serikat, peraih emas Asian Games, hingga juara turnamen WTA, perjalanan Aldila terus berkembang di level internasional. Bersama Erin Routliffe, ia kini mampu membawa nama Indonesia hingga delapan besar salah satu turnamen tenis paling bergengsi di dunia. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi hasil terbaiknya di nomor ganda putri Grand Slam sejauh ini. Bagi tenis Indonesia, kiprah Aldila menjadi bukti bahwa atlet nasional tetap mempunyai peluang bersaing dengan pemain-pemain terbaik dunia melalui pembinaan, pengalaman internasional, dan konsistensi dalam menjalani karier profesional.





